Sama-sama populer, sama-sama dilakukan di klinik kecantikan, tapi sebenarnya chemical peeling dan laser wajah adalah dua prosedur yang sangat berbeda. Mulai dari cara kerjanya, kondisi kulit yang ditangani, harga, hingga masa pemulihannya — semuanya berbeda.
Banyak orang bingung harus memilih yang mana. Bahkan, tak sedikit yang mengira keduanya bisa saling menggantikan. Artikel ini akan membantu kamu memahami perbedaan keduanya secara lengkap, sehingga kamu bisa datang ke klinik dengan lebih percaya diri dan siap berkonsultasi.
Apa Itu Chemical Peeling?
Chemical peeling adalah prosedur perawatan kulit yang menggunakan larutan kimia khusus untuk mengelupas lapisan luar kulit. Proses ini mengangkat sel-sel kulit mati secara terkendali, sehingga kulit baru yang lebih sehat, halus, dan cerah bisa muncul ke permukaan.
Cairan peeling dioleskan ke area wajah (atau tubuh) yang ditentukan oleh dokter. Setelah 1–3 hari, kulit akan mulai mengelupas secara alami — mirip seperti kulit yang mengelupas setelah terkena sinar matahari, namun lebih terkontrol dan menghasilkan manfaat nyata bagi kulit.
Jenis Chemical Peeling Berdasarkan Kedalaman:
Superficial Peeling (Dangkal) Hanya menjangkau lapisan epidermis (kulit paling luar). Cocok untuk kulit kusam, pori-pori besar, dan komedo. Downtime minimal, bisa dilakukan rutin setiap 3–4 minggu.
Medium Peeling Menembus lebih dalam ke lapisan dermis atas. Efektif untuk bekas jerawat, flek hitam ringan, dan garis halus. Kulit akan terlihat memerah dan mengelupas selama 5–7 hari.
Deep Peeling Menjangkau lapisan dermis yang lebih dalam. Digunakan untuk kerutan dalam, bekas luka, atau pertumbuhan prakanker. Prosedur ini jarang dilakukan di klinik estetika biasa dan memerlukan pengawasan ketat dari dokter.
Komentar
Posting Komentar